Minggu, 13 September 2015

Abaikan Google, Cyanogen Lebih Memilih Cortana sebagai Rekanan

Meskipun sistem operasi kembangannya didasarkan pada platform Android yang notabene kepunyaan Google, tapi Cyanogen tampaknya mulai memposisikan diri sebagai musuh besar Google. CEO Cyanogen bahkan sebelumnya sudah umbar janji akan 'menculik' Android dari Google, dan sejauh ini semua tindakan mereka memang mengarah ke sana.

Dalam pernyataan terbarunya kepada International Business Times, Jumat (11/9/2015), CEO Cyanogen Kirt McMaster, mengungkapkan bahwa perusahaan sedang dalam pembicaraan dengan Microsoft perihal integrasi mendalam antara Cortana dan Cyanogen OS. McMaster juga menyatakan jika aplikasi asisten suara bisa bekerja lebih baik daripada versi asli, namun kurangnya integrasi ke seluruh sistem telah menempatkannya pada posisi yang kurang baik.
Menurut McMaster, "bahasa alami ditambah dengan kecerdasan ini sangat penting, tetapi jika berperan sebagai aplikasi maka ia akan dibatasi oleh banyak hal. Anda perlu untuk memasukkannya ke dalam kerangka OS karena akan membuat kecerdasannya makin berkembang."
Seperti diketahui Microsoft telah meluncurkan Cortana sebagai aplikasi mandiri di mana ia akan bekerja di iOS dan Android. Namun, kemampuannya tidak sama dengan Cortana asli di notebook atau Windows Phone. Dengan demikian, sangat menarik untuk melihat kehadiran Cortana di dalam sistem operasi Cyanogen OS di masa mendatang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar